rss_feed

Desa Soro

Jln. Jendral Sudirman Soro-Lambu
Kecamatan Lambu Kabupaten BIMA Provinsi NUSA TENGGARA BARAT , Kode Pos 84182
Motto Desa: Transparan dan Akuntable

244341| 082359593770|mail_outline desasorolambu@gmail.com

Hari Libur Nasional
Kenaikan Yesus Kristus
  • ABD. HADI

    Kepala Desa

    Tidak Ada di Kantor
  • KHAIRUL ANAS, S.Sos

    Sekretaris Kepala Desa

    Tidak Ada di Kantor
  • JUFRI

    KASI PEMERINTAHAN

    Tidak Ada di Kantor
  • HARIYANTO

    KASI PEMBANGUNAN

    Tidak Ada di Kantor
  • JAMALUDIN

    KAUR PERENCANAAN DAN PELAPORAN

    Tidak Ada di Kantor
  • HARYANTO

    KAUR KEUANGAN

    Tidak Ada di Kantor
  • BAHTIAR

    KABID URUSAN UMUM DAN ASET

    Tidak Ada di Kantor
  • HARYANTI

    KABID URUSAN UMUM DAN ASET

    Tidak Ada di Kantor
  • MAHMUD

    KADUSN MOTI

    Tidak Ada di Kantor
  • JAIBIN

    KADUSN MOTI

    Tidak Ada di Kantor
  • MUHAMMAD IKHSAN

    KADUS OI WONTU

    Tidak Ada di Kantor
  • MUHAMAD TAYEB

    KADUS OI NCINGGI

    Tidak Ada di Kantor
  • SULAIMAN

    OPERATOR SID

    Tidak Ada di Kantor

settings Pengaturan Layar

Selamat datang di Website Resmi Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten BIMA Provinsi NUSA TENGGARA BARAT
fingerprint
SEJARAH DESA SORO

01 Januari 2018 109 Kali

GAMBARAN UMUM KONDISI DESA

 

Sejarah Desa Soro tidak dapat dipisahkan dengan sejarah peradaban masuknya islam di Bima ketika itu, tepatnya pada abad ke 15 yang lalu seorang Syeh Muhammad Bin abdullah yang didampingi oleh 44 orang pengikutnya, beliau dating membawa islam dari Bugis Makasar memasuki selat sape menuju arah selatan dan berpedoman pada titik cahaya diufuk timur semenanjung Nanga Nur yang sekarang di sebut Naga Nuri.

 

Masyarakat saat itu sangat gelisah mendengar bahwa ada orang datang membawa agama baru yaitu agama islam, bagi mereka yang hendak memeluk agama islam diharuskan potong kepala dan potong ekor, yang sesungguhnya bermaksud untuk memotong rambut dan dihitan (Sunat)

 

Masyarakat pada saat itu enggan masuk islam, bahkan melarikan diri dan bersembunyi di so mbani disebelah utara makam syeh Nurul Mubin (Rade ama Bibu) dan sekarang lebih dikenal dengan so hidirasa.

 

Selanjutnya syeh Muhammad Bin Abdollah merasa kebingungan dan pulang kembali kedaerah Bugis Makasar menjemput empat orang Syeh yaitu Syeh Umar, Syeh Banta, Syeh Ali dan Syeh Sarau dengan dua orang laki dan dua orang perempuan dengan berpakaian adat pengantin Aceh Melayu untuk bermain menghibur masyarakat (Mpaa Tari Lenggo) yang diiringi pula Sila dan Gantau.

 

Ditengah-tengan masyarakat, dua orang laki dan dua orang perempuan yang berpakaian pengantin diusung dangan sarangge dan karena melihat orang yang diusung yang diadakan para datuk-datuk tersebut masyarakat merasa terhibur maka perlahan-lahan mau masuk islam dengan melalui tahapan-tahapan yaitu melakukan mandi dan potong rambut, mengucapkan dua kalimat syahadat dan disunat, maka berkembanglah islam di kampong tersebut.

 

Berkaitan dengan kehadiran Syeh Surau tersebut  maka tersebutlah nama Desa Soro, sesungguhnya dari budaya dan adat istiadat yang dibwa oleh yang bersangkutan maka menyatulah masyarakat Desa Soro dengan bahasa yang sama yang dibawah dari aceh, dengan peradaban dan bahasa yang menguasai masyrakat Desa Soro sejak abad XIII masehi, maka saat itu budaya dan peradaban tersebut masih melekat di Desa Soro.

 

Teriring dengan berjalannya waktu berkembang pulalah ilmu-ilmu agama yang diajarkan oleh para mubalik dan para pendatang dari minangkabau dan berkembang pula peradaban suku yang disebut dengan Ama dan Ina (Bapak dan Ibu).

 

Pada jaman pemerintahan Desa Soro, dengan beberapa kali pergantian Kepala Desa sehingga sampai pada Kepala Desa yang sekarang ini. Dan sebelum terjadi pemekaran desa bahwa desa melayu adalah hanya merupakan sebuah dusun yang terletak dibagian barat jalan raya yaitu dusun melayu dan disebelah kiri jalan raya dinamai dusun soro.

 

Dengan lahirnya undang-undang Nomor 22 tahun 1999 yang mengamanatkan tentang otonomi daerah dan desa, maka diberikan seluas-luasnya pada desa untuk mengatur dan mengurus tentang desa, melalui musywarah diputuskan bahwa desa soro dimekarkan menjadi dua dengan alas an pemerataan pelayanan, pemerataan informasi dan pemerataan pembangunan disemua bidang kehidupan.

 

Dengan dasar hukum yang ada dan hasil musyawarah seluruh masyarakat pada saat itu, maka yang semula dusun melayu berubah statusnya menjadi Desa melayu yang definitive yaitu tepatnya pada tanggal 9 November 2006, berdsarkan Surat Keputusan Bupati Bima Nomor : 711 Tahun 2006 maka diangkatlah Abdul Gani sebagai Pajabat kepala Desa Melayu sampai terpilihnya Kepala Desa Definitif yaitu Abdul Haris H, Husen, SE selaku Kepala Desa melayu Kecamatan Lambu.

 

Berdasarkan registrasi kependudukan akhir tahun 2021, Desa Soro memiliki jumlah penduduk 4.090 jiwa meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya dan menyebar ke empat dusun dengan batas wilayah :

 

Desa Soro berdiri sejak tahun 1920 dam sampai sekarang mengalami perkembangan yang cukup pesat dari segala sector yakni pertanian, nelayan, social budaya dan perekonomian. Desa Soro mengalami pergantian kepemimpinana yang cukup cerdas dan terampil. Adapun nama-nama yang pernah memangku jabatan gelarang/Kepala Desa di Desa Soro adalah :

 

  1. AMA ILA (Gelarang) Tahun 1920-1924
  2. OMPU BINTANG (Gelarang) Tahun 1925-1928
  3. OMPU TEKO (Gelarang) Tahun 1929-1941
  4. MURTADA (Gelarang) Tahun 1942-1943
  5. YUSUF AMA DOLA (Gelarang) Tahun 1944-1946
  6. ULA AMA YASIN (Gelarang) Tahun 1947-1953
  7. DOLA AMA NASA (Gelarang) Tahun1954-1955
  8. ABDUL LATIF (Gelarang) Tahun 1956-1967
  9. SYAMSUDDIN MUHAMMAD (Gelarang) Tahun 1968-1993
  10. YASIN H. ABDOLLAH “ABU YA” (PJ) Tahun 1993-1995
  11. SYAMUDIN EMON ( Kepala Desa) Tahun 1995-1998
  12. JUWAIT (PJ)
  13. AB HADI ABDOLLAH ( Kepala Desa) Tahun 2002-2006
  14. HASAN ALATIF (PJ) Tahun 2007
  15. ARIFUDIN H. SYUAIB, A.Md.T ( Kepala Desa) Tahun 2008-2013
  16. HASAN ALATIF (PJ) Tahun 2014
  17. ABDULLAH M. AMIN ( Kepala Desa) Tahun 2014-2020
  18. HADI ABDOLLAH ( Kepala Desa) Tahun 2020-Sampai sekarang

 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Desa Soro pada umumnya memiliki mata pencaharian yang lebih terarah pada bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Industri Kerajinan dll.

 

Desa Soro adalah merupakan salah satu Desa di Kecamatan Lambu yang tereletak di sebelah Timur Kabupaten Bima. Luas wilayah Desa 8.12 Ha yang terdiri dari dataran, 25% dan Perbukitan 25%. Jarak tempuh dari desa ke ibu kota kecamatan adalah 6 km atau 20 menit, sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten 48 km atau 1,5  Jam.

 

Desa Soro berdiri sejak tahun 1957 dam sampai sekarang mengalami perkembangan yang cukup pesat dari segala sector yakni pertanian, nelayan, social budaya dan perekonomian.

 

Berdasarkan Wilayah:

Desa Soro Memiliki 4 Dusun, 8 Rukun Warga dan 18 Rukun Tetangga dengan pembagian sebagai berikut:

 

Wilayah Dusun: Dusun Moti, Dusun Panta Paju, Dusun Oi Wontu dan Dusun OI Ncinggi

 

Wilayah Rukun Warga: RW 01, RW 02, RW 03, RW 04, RW 05, RW 06, RW 07 dan RW 08

 

Wilayah Rukun Tetangga: RT 1, RT 2, RT 3, RT 4, RT 5, RT 6, RT 7, RT 8, RT 8, RT 9, RT 10, RT 11, RT 12, RT 13, RT 14, RT15, RT 16, RT 17, dan RT 18

 

Batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Utara       : Berbatasan dengan Desa Bugis Kec. Sape

Sebelah Timur      : Berbatasan dengan Laut

Sebelah Selatan    : Berbatasan dengan Desa Sumi Kec. Lambu

Sebelah Barat       : Berbatasan dengan Desa Melayu Kec. Lambu

 

 

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

widgets Menu Kategori

assessment Statistik

share Sinergi Program

insert_photo Galeri

account_circle Pemerintah Desa

message Komentar Terkini

  • person Nurlailah

    date_range 23 Februari 2026 17:08:40

    Apakah saya tidak menerima bantuan [...]
  • person Nurlailah

    date_range 21 Desember 2025 17:47:57

    Saya tidak ada [...]

contacts Media Sosial

map Wilayah Desa

Alamat:Jln. Jendral Sudirman Soro-Lambu
Desa:Soro
Kecamatan:Lambu
Kabupaten:BIMA
Kodepos:84182
Telepon:244341
No. HP:082359593770
Email:desasorolambu@gmail.com

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini : 86
Kemarin : 63
Total Pengunjung : 22.888
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.99
Browser : Mozilla 5.0

work Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin
08:00:00 16:00:00
Selasa
08:00:00 16:00:00
Rabu
08:00:00 16:00:00
Kamis
08:00:00 16:00:00
Jumat
08:00:00 16:00:00
Sabtu
Libur
Minggu
Libur

folder Profil Desa


Jenis Tanah : Sawah, Hutan, Kering
Topografi : Datar dan Pegunungan
Sumber Daya Alam : Air, Laut, Hutan, Sawah
Flora Fauna :
Rawan Bencana : Banjir
Kearifan Lokal : Budaya
Jenis Jaringan : 4G
Provider Internet : Telkomsel, XL, Dll
Cakupan Wilayah :
Kecepatan Internet :
Akses Publik :
Regulasi Penetapan Kampung Adat :
Dokumen Regulasi Penetapan Kampung Adat : -
Status Desa : Bukan Adat
Lembaga Adat :
Struktur Adat : -
Wilayah Adat :
Peraturan Adat :
TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBDesa 2026 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

insert_chart
APBDesa 2026 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

insert_chart
APBDesa 2026 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran